Skandal Lotim
Satuan Tugas ( Satgas) pemerintah wilayah tingkat Kecamatan Sakra dalam rangka percepatan dan penanganan pencegahan wabah virus Covid 19 membentuk Satgas yang diketuai olek Camat Sakra Ahmad Subhan, S.Sos dan Wakil Ketua Kapolsek Sakra Iptu Junep Akbar dan Danramil Sakra Kapten Inf. Zulkarnaen.

Kapten Inf. Zulkarnaen Danramil Sakra.
Camat Sakra Ahmad Subhan menyatakan Satuan Tugas ( Satgas) ini di bentuk untuk menindaklanjuti Instruksi Bupati Lombok Timur H. M.Sukiman Azmi dalam rangka percepatan penanganan wabah virus Covid 19 mengingat Kabupaten Lombok Timur berada di zona merah.
Berdasar data Lombok Timur yang terupdate per - satu April 2020 tercatat Orang masih Dalam, Pemantauan 406 orang, positip 2 orang, ODP selesai dalam pemantapan 57 orang, jumkah ODP 463 orang, jumlah PDP 8 orang, PDP selesai dalam pengawasan 3 orang, dan masih dalam pengawasan 5 orang maka jumlah semuanya total 471 orang.
"Di Kecamatan Sakra yang kami lakukan ialah patroli, sosialisasi di masyarakat, dan terus melakukan pendekatan dengan tokoh agama, tokoh pemuda, serta memberikan pemahaman ke masyarakat agar tetap tenang, jangan panik, biasajan hidup sehat, selalu cuci tangan pakai sabun, pakai masker, jaga jarak ( social distancing)," ungkapnya saat di konfirmasi media Skandal news com NTB di Kantornya Jumat, 3 April 2020.
Ia juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Sakra dari data yang per dua April 2020 orang yang melapor 69 orang terutama yang baru pulang dari luar negeri, yaitu Malaysia.
Dari luar daerah Lotim 171 orang, sekitar NTB 40 orang. Jadi jumlah total 287 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan di jemput oleh petugas di Bandara atau Pelabuhan dan setelah diperiksa ODP tercatat 67 orang dan langsung di bawa oleh tim ke Pendopo Bupati.

Camat Sakra Ahmad Subhan, S. Sos.
"Sedang bagi yang ada Gejala langsung di karantina di Rusunawa Labuhan Lombok sampai 14 hari atau sampai mereka sembuh," ujarnya.
Sementara Orang Tanpa Gejala 99 orang di jemput oleh keluarganya dan di karanrina secara mandiri di rumahnya masing - masing selama 14 hari dan tetap di pantau oleh petugas dari gugus tugas masing - masing.
"Kita di Kecamatan Sakra mempunyai 5 Tim Gerak Cepat, yaitu dari pemerintah Kecamatan, Kapolsek dan Danramil dan 2 dari Puskesmas yang merupakan Tim Kesehatan medis yang langsung memeriksa kesehatannya dan juga di tambsh dengan adanya tim relawan yang bentuk sampai tingkat Desa dan Dusun," tambahnya.
Hari ini, Jumat 3/4 akan melakukan pendekatan dan memberi pemahaman kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama bahwa hari ini Shalat Jumat untuk sementara di tiadakan, karena sudah menjadi instruksi dari pusat hingga daerah, bahkan sampai tingkat Desa dan Dusun, mengajak semua masyarakat mematuhi himbauan pemerintah.
Kapten Inf.Zulkarnaen lakukan patroli malam hari dan mengajak semua pihak jangan berkumpul, menjaga jarak , hidup bersih, pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun ( MA).